Adalah Khadijah binti Khuwailid, Sang Wanita Konglomerat, dengan ikhlas dan bulat tekad memilih profesi itu sepenuhnya, demi menunjang Sang Suami Tercinta, Baginda Muhammad SAW, dalam menjalankan Amanat Sebagai Rosul ALLAH.
Juga ada Maryam Ibu Nabi Isa... Ada Hajar Ibu Nabi Ismail... Ada Aminah Ibu Nabi Muhammad SAW...
Bahkan Ada Peringatan Hari Ibu...
Bila kesuksesan seseorang, termasuk wanita, diukur berdasar Sesuatu Yang Terukur Dengan Angka, apakah itu besaran gaji atau harta pribadi, betapa tidak adil-nya kita kepada Para Wanita yang memilih berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga.
Maka Ditembangkanlah Kalimat Yang Teramat Pantas : Surga Itu Ditelapak Kaki Ibu.
Semoga ALLAH memuliakan Almarhumah Ibu-ku, Ibu dari Anak-ku, dan Semua Wanita Yang Ikhlas Menjadi Ibu dengan segala keterbatasannya sebagai manusia.
Selamat Hari Ibu kepada Semua Ibu di- berbagai profesi apapun yang dipilih.
Sudahkah kita hormati Ibu kita sendiri, melebihi hormat dan patuh kita pada Atasan, Pemegang Kekuasaan, bahkan Guru Ngaji Kita sekalipun ?!
Al Jannatu Tahta Akdamil Ummahaat.
[Fadiel Aburafa, 22 Desember 2009, Memperingati Hari Ibu]
Meski kurang dari 13 tahun kita bersama, dan sudah 23 tahun kau pulang kedalam Rahmat-NYA, Wajah & Kebaikanmu masih tergambar jelas dihati dan pikiranku, Ibu. Belum semua kebaikan yang kau pesankan mampu aku jalani, Ibu. Tapi kini anakmu telah mencoba tuk memulainya lagi, Ibu. Tidurlah dengan nyaman diharibaan-NYA, Ibu. Do’a-kan aku dari sana agar aku bisa menemuimu di surga-NYA, Ibu. Melalui pintu surga yang ada ditelapak kakimu, Ibu.
