16 Desember 2010

Makna AL HIKMAH “Yang Terbatasi” Penafsiran


Al Hikmah adalah suatu karunia besar yang diberikan ALLAH SWT kepada Makhluk-NYA yang DIA pilih. Namun ketika al HIKMAH dimaknakan SEBATAS apa yang dikatakan Hadits (sunnah) Shohih dari Nabi Muhammad SAW yang termaktub dalam beberapa kitab yang baru dikumpulkan berdasarkan hafalan (sekira dua ratus tahun setelah Beliau wafat) belaka, maka seolah tertutuplah Pintu Ijtihad dan pendalaman serta perluasan pemahaman akan Ilmu ALLAH yang termaktub dalam Al Qur’an dan pada Alam Raya. Lalu pada tataran yang ekstrem, menjadi STATIS-lah pemahaman agama seolah kebenaran pemahaman tentang Al Islam hanya ada pada Para Ulama Abad 2-8 Hijriah belaka. Pada akhirnya, beberapa kelompok yang merasa penafsirannya tentang Al Islam (Al Qur’an) yang PALING benar, dengan mudah men-cap sesat menyesatkan pada saudara-saudara muslim-nya dikelompok aliran pemahaman yang lain, yang notabene masih memiliki “rukun” syahadat, sholat, puasa, zakat, dan haji (Rukun Islam) yang sama.

Padahal ALLAH SWT sendiri menjabarkan di banyak ayat Al Qur’an bahwa al HIKMAH, yakni kemampuan memahami Dien Al Islam (dalam konteks ketetapan yakni Kitab-kitab ALLAH), telah DIA berikan pada Anbiya, Auliya, Sholihin, Shiddiqiin, dan Muttaqiin terdahulu sebelum diutusnya Muhammad ibnu Abdullah sebagai Khotamun Nabiyyin. Lalu telah DIA berikan juga pada Nabi Muhammad SAW. Dan akan terus DIA berikan pula kepada Auliya, Sholihin, Shiddiqiin, Mukminin, dan Muttaqiin hingga sesaat menjelang kiamat, agar ummat dapat memahami pesan-pesan tersurat dan tersirat dari ayat-ayat Al Qur’an, yang jelas dan menjelaskan serta yang lurus dan meluruskan itu.

Bila kita tidak yakin dengan pernyataan diatas, maka carilah di dalam Kitabullah Al Qur’an, dengan Kata Kunci alias Key Word : HIKMAH (misal dengan Al Quran Digital seperti Quranic Explorer), lalu akan didapat sekira 30 buah kata sehubungan dengan al hikmah, dalam konteks dahulu, kini, dan kemudian.

Selamat Men-tadabbur-i Al Qur’an, semoga ALLAH SWT senantiasa membimbing kita ke Shiroot Al Mustaqiim-NYA dalam sisa jatah umur kita yang terus semakin sedikit ini, ...amin.

[QS Ali Imraan : 81] “Dan (ingatlah), ketika ALLAH mengambil perjanjian dari Para Nabi : ‘Sungguh, apa saja yang AKU berikan kepada-mu (kalian) berupa Kitab dan HIKMAH kemudian datang kepada-mu (kalian) seorang Rosul yang membenarkan apa yang ada pada-mu (kalian), niscaya kamu (kalian) akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya’. ALLAH berfirman : ‘Apakah kamu (kalian) mengakui dan menerima perjanjian-KU terhadap yang demikian itu?’ Mereka menjawab : ‘Kami mengakui’. ALLAH berfirman : ‘Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan AKU menjadi saksi (pula) bersama kamu (kalian)’.”

[QS Asy Syuaraa` : 83] “(Ibrahim ber-doa): Ya TUHAN-ku, berikanlah kepadaku HIKMAH dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh.”

[QS Al Qashash : 14] “Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, KAMI berikan kepadanya HIKMAH dan ilmu. Dan demikianlah KAMI memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Wallahu A’lam.

Fadiel Aburafa
Belajar Meniti Jalan Iqro Dalam Keterbatasan Aqli dan Naqli
10 Muharrom 1432 H


Daftar Pustaka :
- Quranic Explorer on Facebook.
- Al Qur’an Tafsir Per Kata, Drs. Ahmad Hatta, MA; Pustaka Maghfirah.
- Buku “Sesat Menyesatkan”, karya Syekh Muhyiddin Muhammad Daud Dahlan.