27 September 2010

Sekedar Mengikuti Agama Nabi Ibrahim AS Sebagaimana Nabi Muhammad SAW

Ada begitu banyak ayat-ayat Al Qur’an yang menyiratkan kepada kita bahwa apa yang kini kita terima dan praktekkan dalam keseharian hidup sebagai Muslimin/Muslimat dari Nabi Muhammad SAW, yang membawa Pesan ALLAH dalam Kitab Suci Al Qur’an, adalah apa yang telah ALLAH syari’atkan dan Wahyukan juga kepada Nabi Ibrahim AS, yang juga merupakan Leluhur Beliau, yang juga menjadi Leluhur Para Nabi lainnya seperti Nabi Ishak, Nabi Ya’kub (Israel), Nabi Daud AS, Nabi Musa AS hingga Nabi Isa AS.

Berikut diantaranya.....


“Dan tidak ada yang benci kepada AGAMA IBRAHIM, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh KAMI telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.”
[QS Al-Baqarah:130 ]

”........Katakanlah : "Tidak ! melainkan (kami mengikuti) AGAMA IBRAHIM yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik".
[QS Al-Baqarah:135]

“Katakanlah: ‘Benarlah (apa yang difirmankan) ALLAH’. Maka ikutilah AGAMA IBRAHIM yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.”
[QS Ali-`Imraan:095 ]

“Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada ALLAH, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti AGAMA IBRAHIM yang lurus? Dan ALLAH mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-NYA.”
[QS An-Nisaa`:125 ]

“Katakanlah; Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh TUHAN-ku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, AGAMA IBRAHIM yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik.”
[QS Al-An`aam:161]

“Dan aku pengikut AGAMA bapak-bapakku yaitu IBRAHIM, Ishak dan Ya`qub. Tiadalah patut bagi kami (Para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan ALLAH. Yang demikian itu adalah dari karunia ALLAH kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya); tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri.”
[QS Yusuf:038 ]

“Kemudian KAMI wahyukan kepadamu (Muhammad SAW): ikutilah AGAMA IBRAHIM seorang yang hanif dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan TUHAN.”
[QS An-Nahl:123]

“DIA telah menSYARI’ATkan bagi kamu tentang AGAMA apa yang telah diwasiatkan-NYA kepada Nuh dan apa yang telah KAMI wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah KAMI wasiatkan kepada IBRAHIM, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. ALLAH menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-NYA dan memberi petunjuk kepada (agama)-NYA orang yang kembali (kepada-NYA).
[QS Asy-Syura:013]

“Dan ber-sungguh-sungguh-lah (bejihad) kamu pada jalan ALLAH dengan kesungguhan (jihad) yang sebenar-benarnya. DIA telah memilih kamu dan DIA sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) AGAMA orang tuamu IBRAHIM. DIA telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim DARI DAHULU , dan (begitu pula) dalam (Al Qur`an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali ALLAH. DIA adalah Pelindungmu, maka DIA-lah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.”
[QS Al-Hajj:078]



Maka..... masihkan kita berpikir dan berpendapat serta berkeyakinan, bahwa Nabi Muhammad SAW, Sang Khotamun Nabiyyin yang menerima Wahyu berupa Kitab Suci Al Qur’an, adalah membawa Risalah & Syari’at Agama Baru yang bernama ISLAM, yang berbeda dengan apa yang ALLAH Wahyukan kepada Para Nabi sebelum Beliau, semenjak Nabi Adam hingga Nabi Nuh, dan semenjak Nabi Ibrahim (dan Nabi Luth) hingga Nabi terakhir sebelum Beliau?!

Al Haq Min Robb, Wallahu A’lam Bis Showaab.


Fadiel Aburafa
Belajar Meniti Jalan Iqro Dalam Keterbatasan Aqli & Naqli
http://forum-iqro.blogspot.com

07 September 2010

Siapakah AHLUL BAIT itu sebenarnya?!


Banyak ragam penafsiran mengenai kata ‘AHLUL BAIT’ yang oleh mereka dari yang menamakan Muslim Sunni atau Muslim Syi’ah juga Kelompok Muslim Lainnya. Bahkan tidak sedikit memunculkan sifat pengagungan berlebihan (ghuluw) pada manusia, entah itu Ulama/Habib atau Imam/Umaro yang mereka sebut sebagai Ahlul Bait.

Tetapi hanya tiga inilah yang saya ketemukan mengenai hal tersebut di dalam Al Qur’an :

QS Hud (11) : 73
“Para malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah."

QS Al Qashash (28) : 12
“dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu; maka berkatalah saudara Musa: "Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlulbait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?".

QS Al Ahzab (33) : 33
“dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta`atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”

Pada QS Hud (11) ayat 73, Ahlul Bait merujuk pada Isteri Nabi Ibrahim.
Pada QS Al Qashash (28) ayat 12, Ahlul Bait merujuk pada Ibunda Nabi Musa.
Pada QS Al Ahzab (33) ayat 33, Ahlul Bait merujuk pada Isteri Nabi Muhammad.
Dan saya tidak menemukan makna lain atau perujukan lain daripada itu di dalam Al Qur’an.

Boleh jadi ini menandakan bahwa Bagi Para Wanita Beriman (sebagimana isteri dan ibunda Nabi-Nabi tersebut), bahwa "Medan Jihad Utama" mereka untuk meraih sebanyak-banyaknya Ridho-NYA dan Pahala-NYA adalah di dalam (sekitar) Rumahnya Sendiri (QS 33 ayat 32-35), sebagai Ibu dan Isteri yang menjadikan Suami tetap selalu dalam ketaatan Pada-NYA dan membina anak-anaknya menjadi Hamba-hamba ALLAH yang tangguh dalam Ubudiah dan Muamalah (aqidah & akhlak) hingga meraih sukses dalam ‘naungan dan standar’ Ridho-NYA. Ibu dan Isteri yang sholehah.

Mungkin itulah kenapa mereka dijuluki dengan AHLUL BAIT, yang diantara maknanya : Penghuni Rumah, Sang Pengatur Rumah, Ratu Rumah Tangga, Ibu Rumah Tangga, dan yang sejenisnya.

Al Haq Min Robb, Wallahu A’lam....


Fadiel Aburafa
Belajar Meniti Jalan Iqro Dalam Keterbatasan Aqli dan Naqli
http://forum-iqro.blogspot.com/

02 September 2010

Al Qur'an Menjelaskan Bagaimana Seharusnya Kita Bersikap Padanya



"Dan sesungguhnya ini adalah jalan-KU yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kalian dari jalan-NYA. Yang demikian itu diperintahkan ALLAH kepada kalian agar kalian bertakwa."(QS Al An’am : 153)

"Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan Sang Pembeda..." (QS 2:185)

"Kitab itu tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa." (QS 2:2)

"Alif Laam Raa. Kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu." QS (11:1)

"Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan Kitab kepadamu yang dijelaskan secara terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan Kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa ia itu diturunkan dari Tuhanmu dengan kebenaran. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu." (QS 6:114)

"Dan apabila hanya nama Allah saja yang disebut, kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat; dan apabila nama selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati." (QS 39:45)

"Pada hari Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Kitab untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri." (QS 16:89)

"Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan." (QS 6:38)

"Katakanlah: "Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang menunjuki kepada kebenaran?" Katakanlah: "Allah-lah yang menunjuki kepada kebenaran." Maka apakah orang-orang yang menunjuki kepada kebenaran itu lebih berhak diikuti ataukah orang yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali setelah diberi petunjuk? Kenapa kamu? Bagaimana kamu mengambil keputusan?" (QS 10:35)

"Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS 6:115)

"Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada manusia dalam Al-Qur'an ini tiap-tiap macam perumpamaan, tapi kebanyakan manusia tidak menyukai kecuali mengingkari." (QS 17:89)

"Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Qur'an ini setiap macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah." (QS 18:54)

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an? Kalau kiranya ia itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." QS (4:82)

"Berkatalah rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur'an ini sesuatu yang ditinggalkan." (QS 25:30)

Jadi, bila ada suatu masalah yang BELUM kita ketahui hukum dan arahannya, tidak berarti Al Qur’an tidak menjelaskan atau tidak lengkap petunjuknya, melainkan kita-lah yang BELUM MAMPU menemukan Petunjuk-NYA baik yang tersurat maupun yang tersirat dalam Al Qur’an, dikarenakan KETERBATASAN ilmu kita atau bahkan mungkin kita yang MEMBATASI ragam keilmuan dalam menafsirkan dan memahami Ayat-ayat TUHAN yang merupakan sumber pokok segala ilmu hingga akhir zaman.

Maka, janganlah kita MUDAH mengatakan : tidak ada ketentuan hukumnya di dalam Al Qur’an.

Juga jangan kita mengada-adakan sesuatu yang keberadaannya, kejadiannya, dan atau kedatangannya tidak diberitakan Al Qur’an, yang menyangkut Aqidah Keislaman dan Keimanan kita.

Apakah Belum Cukup ALLAH Menjelaskan Kesempurnaan dan Keterperincian Al Qur’an Sebagai Petunjuk Segala Sesuatu Dalam Kehidupan Manusia Hingga Kiamat?!
Al Haq Min Robb, Wallahu A’lam...


Fadiel Aburafa
Belajar Meniti Jalan Iqro