18 Januari 2010

Siapa Menguasai Siapa ?!


Disaat kita sedang berusaha mengejar kesuksesan untuk menguasai sesuatu, sesungguhnya yang sedang kita kejar untuk dikuasai tersebut, pada saat yang sama juga sedang berusaha mengejar kesuksesan untuk menguasai hati dan pikiran kita.

Pada episode waktu selanjutnya akan terlihat, sebenarnya siapa yang menguasai siapa ? Namun sayangnya, justru orang lain yang mudah melihat hal tersebut. Sementara kita sulit untuk menyadarinya, apalagi mengakuinya bila ternyata sebenarnya hati dan pikiran kita -lah yang berhasil di kuasai oleh yang sejatinya akan kita kuasai tersebut (jabatan, harta, seseorang, dll) yang kita anggap telah sukses kita raih dan miliki.

Ini tidak berarti kita tidak boleh memiliki jabatan tinggi dan kekayaan banyak, karena faktanya untuk hidup seperti biaya pangan, sandang, papan, sholat, zakat, apalagi haji tentu butuh dana tidak sedikit. Melainkan semata agar kita menempatkan makna sukses pada porsi yang tepat. Dalam arti, jika Sukses itu diartikan sebagai Berhasilnya Mencapai Jabatan Tinggi dan Kekayaan Banyak, maka setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan :
1) Niat Pencapaian Sukses
2) Proses Pencapaian Sukses dan
3) Apresiasi Hasil Sukses
ketiganya harus mengikuti Jalur Ridho ALLAH. Sebab betapa banyak orang yang terobsesi meraih sukses, namun dalam tiga hal tersebut ternyata mengesampingkan Keberadaan Aturan Hukum ALLAH, alias meng-halal-kan segala cara yang di-haram-kan-NYA, sehingga tidak peduli bila apa yang dilakukannya telah merampas hak orang lain.

Berfirman ALLAH SWT dalam Al Qur’an :
¤ Dan berapa banyak binatang yang tidak (-dapat) membawa (mengurus) rezekinya. ALLAH-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan DIA Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
{QS Al ‘Ankabuut [29] : 60}
¤ ALLAH melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-NYA di antara hamba-hamba-NYA dan DIA (-pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui segala sesuatu.
{QS Al ‘Ankabuut [29] : 62}
¤ Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya KAMI berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akherat kecuali neraka dan lenyaplah di akherat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.
{QS Hud [11] : 15-16}

Semoga ALLAH senantiasa menuntun kita dalam menjalani hidup di dunia ini,
agar ujian apapun yang DIA berikan pada kita, apakah itu berupa :
Tingginya Jabatan dan Banyaknya Kekayaan, ataupun
Rendahnya Jabatan dan Sedikitnya Kekayaan,
tidak membuat kita semakin menjauh dari Ridho-NYA,
tidak membuat kita melupakan sifat Maha Melihat dan Maha Mendengar-NYA,
tidak membuat kita menafikan sifat Maha Mencatat dan Maha Membalas-NYA.
Amin Ya Robbal ‘Aalamiin.....

06 Januari 2010

Matematika Almanak Solar System Dalam Al Qur'an


Sistem penanggalan berdasarkan gerak matahari dikenal sebagai Penanggalan Solar System. Di Indonesia, lazim disebut dengan istilah Penanggalan Masehi atau Miladiah, meski sejatinya tidaklah tepat juga penamaan tersebut bla ditinjau dari banyak sejarah masa lampau.

Dalam Al Qur’an, salah satu dari 114 Surah yang ada, terdapat satu surah yang diberi nama / sebutan judul sebagai Surah As Syams yang artinya Matahari. Dalam Mushaf Utsmaniy, Surah As Syams ditempatkan sebagai surah ke-91 dengan jumlah ayat 15 ayat.

Satu hal yang unik sebagai kajian, ternyata bila nomor surah, yakni 91, dikalikan dengan jumlah ayatnya, yakni 15, akan didapatkan nilai : 91 x 15 = 1.365 yang ternyata memberikan petunjuk bahwa Dalam 1 tahun Solar System (masehi) adalah terdiri dari 365 hari.

Kemudian diketahui juga, satu-satunya ayat dalam Al Qur’an yang didalamnya menyebut kata Matahari (Syams) dan Tahun (Siniin) secara bersamaan dalam satu ayat, adalah pada Surah ke-10 (Yunus) ayat 5. Jika urutan Nomor Surah, yakni 10, dijumlahkan dengan nomor ayat yang menyebut matahari & tahun secara bersamaan, yakni ayat 5, maka akan didapatkan nilai : 10 + 5 = 15 yang mana merupakan total ayat dari Surah As Syams (Matahari).

Jadi, selain mengenal sistem penanggalan berdasarkan gerak bulan yang biasa disebut dengan Tahun Hijriah (Lunar Year), ternyata Al Qur’an juga menjelaskan bahwa diakui keberadaan sistem penanggalan berdasarkan gerak matahari yang biasa disebut Tahun Masehi (Solar System) yang memang sudah digunakan oleh banyak masyarakat manusia, sebelum Penanggalan Tahun Hijriah yang lebih disarankan untuk digunakan oleh Ummat Islam karena Penanggalan Hijriah terkait erat dengan waktu-waktu peribadatan Ummat Islam, seperti Puasa, Haji, dan lain sebagainya.

Selamat Menyambut Tahun Baru... Selamat Mengapresiasi Pergerakan Sang Waktu... Sesuai Sudut Pandang Keyakinan dan Tujuan Hidup Masing-masing.

Yang Gemerlap Itu Indah ~ Seperti Kembang Api Di Malam Tahun Baru ~ Tetapi Sekejap Dan Fana ~ Dimanakah Sang ke-Indah-an Abadi Berada ?! .....Semoga sempat menjumpai tahun baru berikutnya (imlek, saka, waisak, kembali lagi ke hijriah, masehi, begitu seterusnya) dalam kondisi Lebih Baik menurut Keinginan Manusiawi yang selaras dengan Pandangan-NYA hingga Sang Ajal tiba, ...amin.

“Demi Masa. Sesungguhnya Manusia Adalah Dalam Kerugian. Kecuali Mereka Yang……” QS Al Asr : 1-3.

Demikian, Wallahu A’lam Bis Showab.


Fadiel Aburafa
Belajar Meniti Jalan Iqro

Sumber Pustaka : Buku “Keseimbangan Matematika Dalam Al Qur’an” karya Abu Salmah Alif Sampayya