25 Februari 2009

JALAN IQRO


Jalan iqro telah menjadikan kawanku penulis
Jalan iqro telah menjadikan kawanku birokrat
Jalan iqro telah menjadikan kawanku penyair
Jalan iqro telah menjadikan kawanku politisi
Jalan iqro telah menjadikan kawanku pebisnis
Jalan iqro telah menjadikan kawanku ustadz
Jalan iqro telah menjadikan kawanku konsultan

Jalan iqro pula-lah yang sekarang sedang tertatih-tatih coba aku tempuh
Untuk belajar memaknai hidup dan tujuan sebenarnya hidupku
Meski debu dan lumpur ke-jahiliyah-an masih melekat erat dan tebal
Disekujur tubuh hasrat, pikiran, ucapan dan tindakanku

Ya ALLAH, bantulah aku yang lemah ini untuk tetap istiqomah di jalan iqro
Agar keberkahan MU menyirami rizki, diri, dan keluargaku.......Aamiin.
#Bang ARIN Fadilah#
(saat mengomentari Blog Bang Jali yang mulai Berpuisi Hikmah itu)

16 Februari 2009

YOGA HARAM ? Kan ada Sholat Fardhu 17 Roka’at !!!

Tanggal 26 Januari 2009, Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan beberapa Fatwa Haram, diantaranya mengenai YOGA (Jika Dicampur Dengan Ritual & Doa Agama Hindu). Dan Seperti biasa, pendapat Pro dan Kontra pun bermunculan.

Saya tidak akan berkomentar apakah Fatwa Haram tersebut benar dan tepat. Saya hanya ingin berbagi ilmu yang sudah saya dapat dengan sesuatu yang bisa menggantikan YOGA bahkan jauh lebih baik bagi Ummat Islam, yaitu SHOLAT.

Berdasarkan buku-buku yang pernah saya baca seperti “Mukjizat Gerakan Sholat” karya Dr. dr. Sagiran, seorang dokter Spesialis bedah syaraf, atau buku mengenai sholat dipandang dari sudut Pengobatan Tradisional China karya Master Kungfu dan Ahli Pengobatan Tradisional China Gunawan Saktiawan yang menyebut Gerakan dalam Sholat sebagai Suprayoga, ternyata ALLAH swt telah memberikan kepada Ummat Islam “The Highest & The Deepest Yoga” buat ummat yang dikasihi-NYA, yaitu SHOLAT FARDHU 17 ROKA’AT.

Jika tekun dan teratur serta sesuai rukun dan syarat sahnya, maka mulai dari Wudhu Hingga Salam, banyak sekali manfaatnya bagi penyembuhan dan penyehatan Fisik & Psikis. Jika 5 waktu sholat fardhu (17 Rakaat) serta Ritual Wudhu kita kerjakan secara benar, berarti bukan sekedar pahala untuk akhirat saja yang kita terima, melainkan juga sekaligus kita telah melakukan tekhnik pijat dan urut, tekhnik pernafasan dan meditasi, serta tekhnik senam dan yoga, yang pastinya sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan jiwa kita.
Apalagi jika kita mau menambahnya dengan tadarus Al Qur’an (silahkan baca buku The True Power of Water Karya hasil penelitian Dr. Masaru Emoto & Kazuya Ishibasi dari Jepang). Lalu lengkapi dengan i'tikaf, shoum (puasa), dan husnudzon (positive thinking).

Masalahnya kembali pada kita, mau digunakan atau tidak segala kebaikan sholat dan ritual ibadah lainnya yang telah diberikan ALLAH swt Yang Maha Mengetahui akan fitrah dan kebutuhan kita lahir dan batin ?!
Wallahu A’lam.
#Bang ARIN Fadilah#

12 Februari 2009

Siapa Teladan......Siapa Merenung......Siapa Peduli ?!

Pulang kerja tgl 10 Pebruari 2009, jam sudah mendekati pukul 6 petang. Ditengah perjalanan saya melihat motor yang menyalip saya, dinaiki oleh 2 orang. Yang mengemudikan motor memakai helm full face, memakai kaus oblong, dan bersandal jepit. Sedang yang dibonceng rasanya patut saya komentari.

Beliau yang dibonceng mengenakan pakaian serba putih, pakaian muslim lazim biasa disebut, ditempat saya biasa disebut Baju Koko. Beliau itu mengenakan peci yang juga putih, berumur sekitar hampir lima puluh tahun, mengenakan surban yang diselempang di pundak, sambil merokok. Beliau beberapa kali meludah seenaknya dijalan.

Melihat penampilannya, saya menduga ia cukup ‘alim (ber-ilmu, bukan ilmu kesaktian maksud saya, melainkan banyak tahu ilmu syari’ah islam). Cuma jika kita bicara saat beliau itu dijalan raya, kok sepertinya jadi aneh, apa beliau itu tidak tahu aturan lalu lintas ya ? Kalau beliau yg saya maksud itu cuma anak muda yang bercelana jeans dan kaus oblong, saya tidak tercenung. Cuma beliau itu kan seharusnya memberi contoh yang baik. Lantas siapa yang bisa diteladani ? Apakah tertib berlalu lintas tidak penting dalam berakhlak islam ? Atau soal tertib lalu lintas mesti dikeluarkan Fatwa oleh MUI ? Tapi bukankah Fatwa MUI (terutama soal rokok) banyak ditentang oleh banyak Kyai/Habib utamanya dari salah satu Ormas Islam terbesar di Indonesia ? Boleh jadi nanti malah menambah “dagelan adu argumen” antar Ulama yang membingungkan ummat yang kebanyakan awam soal Islam seperti saya.

Akhirnya saya sampai dirumah, alhamdulillah, menjelang bedug maghrib. Anak saya yang belum genap 5 tahun laporan, kakinya berdarah (sedikit) karena “tertabrak mobil” (maksudnya mobil-mobilan yang dikendalikan remote control) saat bermain lari-larian di jalan di depan rumah (maklum diperkampungan tidak disediakan lahan fasilitas umum oleh pihak kelurahan alias pemerintah). Saya tersenyum, ingat Beliau berbaju muslim di jalan raya saat perjalanan pulang tadi. Cuma anak saya belum genap 5 tahun, jadi ia tidak bisa disalahkan bermain seasyiknya di jalan umum perkampungan dengan teman-teman sebayanya. Kalaupun mau disalahkan ya saya, yang belum mampu memberikan tempat bermain yang layak untuk dia.

Menjelang tidur, seperti biasa saya biasakan membaca selembar-dualembar dari buku-buku tentang islam dari koleksi saya yang belum mencapai 30 buah buku. Malam itu yang saya baca karangan Prof. Dr. M. Quraish Shihab yang berjudul “DIA Dimana-mana – Tangan Tuhan Dibalik Setiap Fenomena”. Beliau adalah Ulama favourite saya. Dalam bukunya beliau berkata, bahwa kita bisa menarik i’tibar, contoh bermanfaat dan penuh makna, meski dari hal sepele sekalipun. Begitu yang beliau nukil dari Al Qur’an.

Beliau tuliskan bagaimana Sang Timur Lank si cucu Jengis Khan yang berhasil memporak-porandakan Baghdad yang saat itu sedang jaya setelah terinspirasi melihat semut yang sanggup mengangkat beban yang jauh lebih besar dari tubuhnya. Lalu Issac Newton yang menemukan teori gravitasi hanya dari memperhatikan secara seksama buah apel yang jatuh ke bawah. Juga archimedes yang berhasil menemukan teori berat jenis suatu benda saat ia berenang dan melihat para perenang, sehingga mampu menjawab mana emas asli dan mana yang palsu yang ditanyakan Sang Raja.

Ternyata banyak sekali petunjuk yang ALLAH swt berikan bagi kita, hanya bisakah kita memanfaatkan petunjuk yang IA berikan tersebut kepada kita, meski petunjuk tersebut pada mulanya kita pandang sepele.

Dan berhubung hari sudah hampir tengah malam, mata sudah mulai mengantuk berat, maka buku Sang Profesor Tafsir Al Qur’an yang Beliau adalah Asset Besar dan Baik yang dimiliki Muslim Indonesia itupun saya tutup, setelah berdoa dan beristighfar “secukupnya” maka saya pun merebahkan kepala ke bantal, lalu ALLAH swt mematikan sementara saya, mati kecil, alias tidur pulas.
Subhana ALLAH Al Adzim wa Al ‘Alim.
#Bang ARIN Fadilah#

10 Februari 2009

PERILAKU DURHAKA ORANG TUA & SUAMI

Kita tentunya sering, utamanya dari ceramah dan majlis ta’lim, mendengar tentang perilaku atau tanda atau ciri dari perilaku durhaka anak kepada orang tua dan perilaku durhaka isteri kepada suaminya.
Tapi tahukah kita, bahwa sebagai ayah dan suami, kita diamanatkan dan diperintahkan oleh ALLAH swt untuk bersikap baik terhadap anak dan isteri kita ?
Tahukan kita bahwa perintah tersebut banyak tersebar dalam ayat Al Qur’an maupun Hadits ?

Adapun ciri perilaku Durhaka Suami Kepada Isteri dan Perilaku Durhaka Orang Tua Kepada Anak diantaranya :

A> Perilaku Durhaka Suami Kepada Isteri
1. Tidak melunasi mahar (mas kawin) kepada isteri
2. Menelantarkan belanja isteri
3. Mengabaikan kebutuhan seksual isteri
4. Menyenggamai isteri lewat duburnya
5. Memeras isteri baik fisik maupun mental
6. Menyebarkan rahasia hubungan sengan isteri kepada khalayak umum
7. Menyenggamai isteri saat ia haid
8. Mengganggu ketenangan isteri karena pulang larut malam
9. Memperlakukan isteri dengan kasar
10.Menyenangkan isteri dengan melanggar tuntunan agama
11.Membawa isteri ke pemandian umum
12.Menempatkan isteri serumah dengan iparnya
13.Menzihar isteri
14.Menceraikan isteri dengan semena-mena
15.Tidak berlaku adil (dalam hal materi, perasaan, dan perhatian) jika memiliki isteri lebih dari satu

B> Perilaku Durhaka Orang Tua Kepada Anak
1. Menafkahi anak dengan harta dari hasil haram
2. Mengajak atau membiarkan anak menuju kemusyrikan
3. Merintangi anak untuk menjalankan agama secara benar
4. Menelantarkan nafkah anak
5. Menelantarkan pendidikan anak
6. Menempatkan anak di lingkungan yang rusak
7. Memaksa anak menikah dengan seseorang yang tidak disukainya
8. Merintangi anak menikan dengan calon yang seiman dan baik
9. Menyerahkan asuhan dan pendidikan anak pada non muslim
10.Membiasakan atau mencontohkan perilaku boros dan pamer
11.Memberi nama yang buruk
12.Membunuh anak, termasuk dalam hal ini aborsi
13.Melahirkan anak diluar pernikahan
14.Membebani anak dengan tugas diluar kemampuan dan usianya
15.Tidak berlaku adil (dalam hal materi, perasaan, dan perhatian)jika memiliki anak lebih dari satu, mulai dari kandungan (selamatan 4 bulanan & 7 bulanan) hingga mereka telah menikah dan memiliki anak.

Jika ada hal-hal diatas yang telah terlanjur dan atau masih kita kerjakan, pintu rahmat dan maghfirah ALLAH swt selalu terbuka lebar bagi kita untuk memperbaiki diri.

Demikian sebagian dari yang saya dapat di buku karangan Ustadz Drs. M. Thalib yang diterbitkan oleh Irsyad Baitus Salam dan Kaffah Media, dengan judul mirip seperti diatas.

Semoga bermanfaat bagi saya terutama dan pembaca lainnya. Amin.
#Bang ARIN Fadilah#

09 Februari 2009

INTERMEZZO (baca : pengumuman)

Assalamu’alaikum Wr Wb
Kepada Sahabat Pengunjung Blog Saya semuanya,
Mulai Edisi Iqro 15 Mendatang, Insya ALLAH,
Demi lebih mencirikan sebagai “Muslim Indonesia”,
Maka saya akan mengubah Nama di Postingan Saya,
Dari : Abu Rafa Ibnu Nasuki
Menjadi : Bang ARIN Fadilah
yang mana...
Bang adalah kata ganti untuk cowok dari bahasa Melayu
ARIN adalah kependekan dari Abu Rafa Ibnu Nasuki,
Fadilah adalah nama asli dari ORTU, depannya pakai Ahmad.
Demikian, terima kasih.

Pohon Terlarang (Di Surga & Di Bumi)

Dalam Al Qur’an diuraikan bahwa Nabi Adam as dan pasangannya dipersilahkan tinggal di surga dan menikmati segalanya. Tetapi mereka dilarang mendekati sebuah “Pohon Terlarang” apalagi memakan buahnya. Tidak jelas pohon apa itu. ALLAH swt pun tidak menjelaskannya secara detail kepada kita, mungkin karena terjadi dimasa yang sangat lampau, sehingga tidak dianggap penting bahkan tidak ada gunanya untuk kita ketahui.

Yang lebih penting untuk kita ketahui adalah Pohon Terlarang yang ada di permukaan bumi, tempat dimana kita hidup kini. Diantara sekian banyak pohon terlarang, ada yang telah diketahui bahayanya dan telah disepakati sebagai benar-benar Pohon Terlarang (di-Fatwa Haram-kan), yaitu diantaranya pohon ganja, candu, opium, mariyuana, da sejenisnya. Penggunaannya hanya dibolehkan saat keadaan darurat dan hanya oleh pihak yang punya kewenangan akan hal tersebut.

Ada juga Pohon Terlarang lainnya di bumi, tetapi masih banyak yang menganggapnya tidak terlarang, bahkan mengkampanyekan penggunaannya dan menggunakannya secara terang-terangan seakan-akan efek pohon terlarang itu tidak berbahaya. Pohon Terlarang yang dimaksud adalah Pohon Tobacco alias tembakau yang diolah menjadi Rokok.

Ulama pada abad 16 Masehi, saat tembakau/rokok mulai dipopulerkan, karena masih sangat terbatas pengetahuannya mengenai dampak buruk merokok, akhirnya hanya menggolongkannya sebagai sesuatu yang mubah, artinya boleh dikerjakan boleh ditinggalkan.

Ulama pada abad 18 Masehi, dengan semakin banyak mengetahui efek negatif tembakau (rokok) maka akhirnya banyak yang menggolongkannya sebagai sesuatu yang makruh, artinya boleh dikerjakan tetapi lebih baik ditinggalkan.

Ulama abad 20 Masehi, setelah mengetahui banyak sekali dampak negatif dari tembakau (rokok) maka akhirnya banyak yang menggolongkannya sebagai Pohon Terlarang (Fatwa Haram) untuk dikonsumsi. Diantaranya adalah Syech Mahmud Syaltut, pemimpin tertinggi Al Azhar tahun 1960an Masehi.

Dan kini di abad 21 Masehi, para ulama kontemporer, termasuk diantaranya Pemimpin Tertinggi Al Azhar dan Mufti Mesir, Mufti Saudi Arabia, Majelis Ulama Malaysia, dan Majelis Ulama Singapura, telah menggolongkan Tembakau/Rokok sebagai Pohon Terlarang (Fatwa Haram) untuk dikonsumsi. Dan Majelis Ulama Indonesia pada 26 Januari 2009 (meski masih setengah hati dan terbatas) telah mem-Fatwa Haram-kan rokok, walaupun oleh tidak sedikit Kyai/Habib (utamanya dari Ormas Islam tertentu di Jawa Tengah dan Jawa Timur) yang sudah “kadung ketagihan racun (asap&fulus) rokok” fatwa tersebut masih ditentang dan “ditawar” supaya tetap berstatus makruh saja.

Ada juga Kyai/Habib yang “merengek” agar tembakau/rokok tidak dimasukkan sebagai Pohon Terlarang, dengan alasan takut warga kabupaten penghasil rokok tersebut akan kehilangan rizki. Mereka seperti lupa bahwa ALLAH swt menebar banyak sekali macam rizki bagi seluruh makhluk-NYA dibumi, terlebih bagi manusia yang diberi akal berlapis (ulul albab).

Meski ada pro dan kontra mengenai fatwa haram rokok secara terbatas oleh MUI, yang pasti sejak dahulu hingga kini, sebagai suatu produk pabrikan (industri besar atau industri rumahan), tidak ada satu merk rokok pun yang telah ber-label HALAL diseluruh negara di dunia.

Lantas bagaimana sikap kita terhadap tembakau/rokok ? Semua kembali pada pilihan masing-masing dengan segala konsekuensinya, dunia dan akhirat.

(Disadur - dengan beberapa penambahan- dari buku “DIA Di Mana-Mana” karya Prof. Dr. M. Quraish Shihab, diterbitkan Lentera Hati, Tahun 1428H Cetakan Ke-V)

#Abu Rafa Ibnu Nasuki – Mantan Perokok Era 1986 sd 2000 Masehi#
Lihat juga Postingan Lama Saya Yang Berjudul : “Persetan Fatwa Merokok”.

02 Februari 2009

Kezholiman Israel, Kezholiman Arab, Kezholiman Kita

Diakhir tahun 1429 H / 2008 M, dunia disuguhi “tontonan mengerikan” di sekitar Kota Gaza. Pembombardiran Militer Israel yang ditujukan kepada Militer Hamas, mengakibatkan jatuhnya korban jiwa warga sipil Palestina dan kehancuran bangunan, sarana , dan prasarana umum warga Palestina, ini adalah suatu kezholiman.

Lalu roket-roket Militer Hamas diluncurkan, yang ditujukan kepada Militer Israel, mengakibatkan korban jiwa warga sipil Israel dan kehancuran bangunan, sarana, dan prasarana umum warga Israel, ini juga adalah suatu kezholiman.

Sikap kebencian dan dendam Bangsa Israel kepada Bangsa Arab, serta sikap kebencian dan dendam Bangsa Arab kepada Bangsa Israel, padahal mereka adalah sama-sama keturunan Nabi Ibrahim as, sama-sama keturunan Nabi Adam as, dan sama-sama manusia yang telah memperoleh Kitab Suci dari Tuhan yang sama, adalah suatu kezholiman.

Dan kezholiman Ummat Islam di Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan etnis, termasuk Para Kyai, Habib, Guru, serta Orang Awam diantaranya adalah :

- Gemar merokok sesuka hati, disembarang tempat, di areal fasilitas umum, dikendaraan umum, di areal masjid, di areal tempat pendidikan dan majlis ta’lim, bahkan didekat isteri dan anak kandungnya sendiri.
- Masing-masing suku atau etnis merasa sebagai kelompok manusia yang lebih baik dari yang lainnya, yang merasa ningrat merasa lebih mulia dari yang bukan ningrat.
- Mengaku muslim tetapi masih rajin melakukan Gelar Budaya yang mengarah ke perbuatan syirik (menyekutukan ALLAH swt), seperti sedekah laut, sedekah bumi, ruwatan, peringatan syuro kejawenan, menyimpan jimat dan benda pusaka keramat, berkolaborasi dengan bangsa jin agar bisa sakti, kebal, dan menjadi ahli pengobatan.
- Kebiasaan membuang sampah (termasuk abu dan puntung rokok) disembarang tempat.
- Budaya korupsi dan suap dilakukan dari kalangan masyarak kecil hingga pejabat tinggi negara, termasuk yang telah “bergelar haji” sekalipun.
- Setiap tahun jamaah haji membludak tapi sepanjang tahun banyak bayi, balita, dan kaum duafa meninggal dunia akibat kekurangan gizi (gizi buruk) dan tidak mampu berobat.
- Enggan, berat hati, bahkan tidak mau mengeluarkan shodaqoh (zakat, infak, sumbangan), tetapi rajin shoping di mall, makan di western fast food restaurant, dan nonton di bioskop.
- Melakukan pengrusakan terhadap tempat ibadah ummat non muslim bahkan sesama muslim yang berbeda aliran pemahaman, dan bukannya mereka dibimbing dengan sabar agar keluar dari kekeliruannya.
- Belum bisa membedakan antara Ideologi Pan Arabisme dengan Ideologi Rahmatan Lil Alamin Dalam Islam yang diajarkan Rosulullah Muhammad saw.
- Belum bisa membedakan antara Jihad melawan ideologi yahudi dengan Perang melawan manusia yahudi (bangsa israel).
- Tidak menjadikan Al Qur’an sebagai Rujukan Pertama & Utama untuk menyelesaikan dan mencari tuntunan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup dan kehidupan.

Ingat, Filosofi Menunjuk adalah, jika kita menunjuk orang lain berbuat zholim, maka ada tiga jari yang “menyuruh” kita untuk introspeksi atas segala perbuatan yang pernah, sedang, dan akan kita lakukan.

Ya ALLAH, tolonglah kami untuk bisa terbebas dari kezholiman-kezholiman seperti diatas, agar kami bisa menikmati Surga-MU di dunia dan di akhirat.
Amin Ya Robbal ‘Aalamin.

#Abu Rafa Ibnu Nasuki#