Padahal jika Masjid Al Aqso, yang berarti “Mesjid Yang Jauh” seperti tercantum pada ayat diatas, dianggap sebagai Baitul Maqdis yang di Palestina, maka ini akan kontradiktif (bertentangan) dengan QS 30 ayat 2 – 3, dimana dikatakan pada ayat tersebut bahwa Palestina adalah “Negeri Yang Dekat”. Dan jika dikondisikan dengan masa kini (ingat, Al Qur’an berlaku sepanjang zaman) maka istilah masjid yang jauh untuk Baitul Maqdis menjadi tidak relevan lagi, karena banyak mesjid yang berjarak lebih jauh dari Masjid Al Harom dibanding Baitul Maqdis, misal Masjid Istiqlal di Jakarta. Dan tidak mungkin di dalam Al Qur’an ada kontradiktif antar ayat-ayat-NYA.
Apalagi jika melihat sejarah saat Nabi Muhammad saw masih hidup, Masjid Sulaiman (Baitul Maqdis) saat itu berstatus Gereja Nasrani yang digunakan oleh masyarakat Israel & Arab disekitarnya untuk ritual keagamaannya. Dan tidak mungkin Nabi akan berkiblat ke Baitul Maqdis jika kondisinya seperti itu, apalagi untuk di-Isra’kan kesana. Tidak mungkin. Dan hal ini ditegaskan dalam QS 2 ayat 145 bahwa Nabi Muhammad saw tidak pernah berkiblat pada kiblat agama lain.
Jadi saat sebelum Nabi Muhammad saw berkiblat ke arah Ka’bah (yang saat itu dipenuhi patung sesembahan musyrikin Arab) di Mekkah, Beliau berkiblat ke arah Kutub Utara, yang jika ditarik garis lurus seakan melewati wilayah sekitar Baitul Maqdis. Baginda Nabi saw telah mengetahui bahwa Wilayah Mekkah dulunya (sebelum Banjir Noah as) adalah Kutub Utara (sebelum dipindahkan ALLAH swt saat banjir besar tersebut ke Kutub Utara Sekarang
Ingat, saat itu belum ada manusia yang menyadari bahwa bumi bulat, manusia saat itu hingga ratusan tahun kemudian, masih menganggap bumi datar dan menjadi pusat tata surya.
Tapi Muhammad saw yang telah di-isra-kan oleh ALLAH swt telah diberikan ilmu mengenai susunan tata surya dan diberi ilham mengenai sejarah bumi dahulunya. Ini bisa dilihat pada QS 53 ayat 18 dan QS 2 ayat 144, sehingga ALLAH swt mengembalikan Kiblat bagi Muhammad saw dan Ummatnya ke Ka’bah di Mekkah, mengabulkan do’a Sang Nabi saw.
Berdasarkan uraian diatas, bisa ditegaskan bahwa wilayah Baitul Maqdis (Solomon Temple) di Yerusalem bukanlah kota suci bagi ummat islam. Dan Masjid Al Aqso yang sebenarnya, yang dimaksud sebagaimana yang tertera dalam QS 17 ayat 1, ada di Sidratul Muntaha.
Sementara Ardul Muqodas di sekitar Yerusalem adalah Kota Suci bagi Bangsa Israel, semenjak zaman Nabi Ya’kub as, Yusuf as, Daud as, dan mencapai puncak kejayaannya pada masa Nabi Sulaiman as (King Solomon), yang salah satu peninggalan bersejarahnya adalah Baitul Maqdis (Solomon Temple).
Dan cukuplah “Makkah Al Mukarromah” sebagai satu-satunya tempat suci bagi Ummat Islam pengikut Rosulullah Muhammad saw, sebagaimana ALLAH swt telah memuliakan kota itu sebagai “Balad Al Amin = Negeri Yang Aman”, dimana semua Ummat Islam berkiblat ke sana (Ka’bah), saat sholat, towwaf, dan ibadah ritual lainnya. Wallahu a’lam.
(Disadur dari buku “Al Qur’an Dasar Tanya Jawab Ilmiah” karya Nazwar Syamsu, diterbitkan oleh Ghalia Indonesia, Tahun 1396 Hijriah).
#Abu Rafa Ibnu Nasuki#

6 komentar:
assalamualaikum...bagaimana dengan hadith Rasulullah s.a.w, yang menyebut tentang ummat islam yang mempertahankan masjid al-aqso hingga ke kiamat(hadith sahih)? bukankah ini menunjukkan baitul maqdis itu satu tempat yg penting bagi umat islam? bagi saya, maksud ayat Al-Quran itu tiada siapa yang tahu sebenar-benarnya maksud sebenar kata2 Allah. Jadi pendapat saudara ada betulnya dan juga ada salahnya. Yang penting kita sebagai umat islam, perlu tahu dan ambil berat tentang saudara kita di palestin (walau saudara berpendapat palestin bukan tempat suci umat islam). kita juga perlu tahu dan melaknati bangsa yahudi zionist yang memang binatang. Wallahua'lam
Assalam mu'allaikum akhi..betul sekali apa yang disampaikan oleh saudara kita (anonim), kita umat muslim harus membela dan mempertahankan Masjidil Aqsa..., kita umat Islam lebih memandang kepada Masjidil Aqso nya bukan kota Yerusalemnya... bukankah Rasulullah di israkan ke mesjid ini..??, jadi pada sisi kota..memang Yerusalem bukan kota suci umat Islam, namun masjidil Aqsa adalah masjid yang harus dibela disayang dan diselamatkan oleh umat islam.....wallahu a'lam
Wa’alaikum salam Wr Wb, thanks utk kunjungannya dan komentarnya.
Masjid apapun itu namanya harus dijaga dari penghancuran, saya setuju. Dan saya juga tidak setuju penghancuran tempat ibadah agama lain, seperti yang sering terjadi di Indonesia.
Pembunuhan dan pelecehan terhadap sesama manusia oleh siapapun wajib kita tolak.
Masalahnya adalah, apakah perang antara Arab dan Israel di sekitar Gaza & Yerusalem adalah perihal Masjid Sulaiman (Baitul Maqdis - Bukan Masjid Al Aqso menurut pemahaman saya hingga kini)? Ataukah mereka berperang untuk masalah perebutan perbatasan wilayah dan Saling Membenci & Dendam satu sama lain ?
Permisi, mo ngasih pendapat juga nih:
1. Ada baiknya tulisan ini di compare dengan pendapat bahwa memang Al Quds yang menjadi tempat isra adalah masjid Al Aqsa (berwarna hijau) yang satu kompleks dengan masjid umar (berwarna kuning) di palestina.
2. solomon temple (haikal sulaiman), inilah tempat yang akan dibangun zionis diatas reruntuhan Al Aqsa dengan bahan bangunan yang telah disiapkan berupa reruntuhan dari kompleks Al Quds.
Gak masalah Israel mau membangun Solomon Temple asalkan para pemimpinnya bisa sebijaksana pemilik Solomon Temple sebelunya, begitu pula dengan rakyarnya
Belum lagi efek sampingnya...ada kalangan (umumnya pendukung khilafah/kembalinya kekhalifahan Islam) yang yakin bahwa ibukota khilafah yang baru 'harus' terletak di Baitul Maqdis. Jika Baitul Maqdis ini belum jelas 100% lokasinya, lantas mau didirikan di mana?
Posting Komentar