“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya, para pemboros adalah saudara-saudara setan (dari jenis jin dan manusia), dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhan-nya”.(terjemah Al Qur’an Surat 17 ayat 26-27)
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan AC Nielsen dan Citibank menunjukkan bahwa 70% (tujuh puluh persen) Eksekutif di Indonesia saat ini terancam miskin dihari tua mereka (detikfinance 03/02/2009). Hal tersebut dikarenakan, mereka saat masih muda dan berpenghasilan, tidak melakukan perencanaan keuangan untuk menghadapi masa sulit dan masa tuanya.
Sementara di media massa elektronik dan cetak, kita sering kali melihat dan mendengar bagaimana pasangan suami isteri, termasuk para selebritis, bercerai. Biasanya, kalau bukan karena penghianatan cinta maka masalah terbesarnya adalah urusan ekonomi keluarga pasutri tersebut. Permasalahan utama sepertinya bukan kurangnya pendapatan tetapi lebih pada bagaimana mengaturnya. Karena pendapatan yang besar pun akan selalu tidak cukup jika pemimpin dan anggota keluarga berperilaku boros atau berlebih dalam membelanjakannya. Dan pendapatan yang kecil (belum besar), bila terencana dengan baik dalam pengeluarannya akan bisa berbahagia bahkan bisa menabung atau berinvestasi.Banyak fakta menunjukkan bahwa banyak orang kaya saat ini, dulunya adalah orang miskin dari keluarga miskin. Selain itu, banyak keluarga yang tidak berpenghasilan besar tetapi mampu menghantarkan anaknya ke jenjang pendidikan sarjana dikarenakan keluarga “tidak kaya” tersebut mampu mengelola atau merencanakan keuangan mereka meskipun sangat minim.

Dengan demikian, meski rendahnya pendapatan adalah masalah, secara jangka panjang pendapatannya bisa menjadi lebih tinggi, jika dikelola dengan perencanaan yang baik. Dan sebaliknya, meskipun berpendapatan tinggi, jika tidak dikelola dengan baik, ujung-ujungnya akan berada dalam kondisi kekurangan.
Dan pastikan bahwa jenis investasi yang akan dan telah anda gunakan untuk merencanakan keamanan keuangan anda dan keluarga dimasa mendatang adalah yang seminimal mungkin bebas dari maysir, gharar, dan riba, seperti yang kini lazim disebut sebagai Instrumen Investasi Syariah.
“Sesungguhnya, engkau tinggalkan ahli warismu dalam keadaan cukup (kaya), lebih baik daripada engkau tinggalkan mereka hidup susah (miskin), yang menadahkan tangan-tangan mereka kepada manusia”.
(terjemah Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)
#Bang ARIN Fadilah#
dari berbagai sumber
Investasi Link Asuransi Syariah, klik http://premi-iqro.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar