
Disaat kita sedang berusaha mengejar kesuksesan untuk menguasai sesuatu, sesungguhnya yang sedang kita kejar untuk dikuasai tersebut, pada saat yang sama juga sedang berusaha mengejar kesuksesan untuk menguasai hati dan pikiran kita.
Pada episode waktu selanjutnya akan terlihat, sebenarnya siapa yang menguasai siapa ? Namun sayangnya, justru orang lain yang mudah melihat hal tersebut. Sementara kita sulit untuk menyadarinya, apalagi mengakuinya bila ternyata sebenarnya hati dan pikiran kita -lah yang berhasil di kuasai oleh yang sejatinya akan kita kuasai tersebut (jabatan, harta, seseorang, dll) yang kita anggap telah sukses kita raih dan miliki.
Ini tidak berarti kita tidak boleh memiliki jabatan tinggi dan kekayaan banyak, karena faktanya untuk hidup seperti biaya pangan, sandang, papan, sholat, zakat, apalagi haji tentu butuh dana tidak sedikit. Melainkan semata agar kita menempatkan makna sukses pada porsi yang tepat. Dalam arti, jika Sukses itu diartikan sebagai Berhasilnya Mencapai Jabatan Tinggi dan Kekayaan Banyak, maka setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan :
1) Niat Pencapaian Sukses
2) Proses Pencapaian Sukses dan
3) Apresiasi Hasil Sukses
ketiganya harus mengikuti Jalur Ridho ALLAH. Sebab betapa banyak orang yang terobsesi meraih sukses, namun dalam tiga hal tersebut ternyata mengesampingkan Keberadaan Aturan Hukum ALLAH, alias meng-halal-kan segala cara yang di-haram-kan-NYA, sehingga tidak peduli bila apa yang dilakukannya telah merampas hak orang lain.
Berfirman ALLAH SWT dalam Al Qur’an :
¤ Dan berapa banyak binatang yang tidak (-dapat) membawa (mengurus) rezekinya. ALLAH-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan DIA Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
{QS Al ‘Ankabuut [29] : 60}
¤ ALLAH melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-NYA di antara hamba-hamba-NYA dan DIA (-pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui segala sesuatu.
{QS Al ‘Ankabuut [29] : 62}
¤ Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya KAMI berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akherat kecuali neraka dan lenyaplah di akherat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.
{QS Hud [11] : 15-16}
Semoga ALLAH senantiasa menuntun kita dalam menjalani hidup di dunia ini,
agar ujian apapun yang DIA berikan pada kita, apakah itu berupa :
Tingginya Jabatan dan Banyaknya Kekayaan, ataupun
Rendahnya Jabatan dan Sedikitnya Kekayaan,
tidak membuat kita semakin menjauh dari Ridho-NYA,
tidak membuat kita melupakan sifat Maha Melihat dan Maha Mendengar-NYA,
tidak membuat kita menafikan sifat Maha Mencatat dan Maha Membalas-NYA.
Amin Ya Robbal ‘Aalamiin.....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar