04 Desember 2008

ASI versus ASPI

Seingat saya, ditahun 1970an – 1980an, kaum ibu lebih banyak memberikan kepada anaknya yang masih bayi ASI (Air Susu Ibu) dari pada memberikan ASPI (Air Susu saPI).
Seiring dengan makin banyaknya wanita yang bersekolah hingga perguruan tinggi, makin banyak pula wanita yang bekerja di kantor / perusahaan yang sebelumnya lebih didominasi kaum lelaki, utamanya di perkotaan. Dampaknya ketika para wanita karir itu menikah dan menjadi ibu, dengan alasan kesibukan karirnya, maka para ibu di tahun 2000an lebih memilih untuk memberikan Air Susu saPI (biar keren disebut Susu Formula) kepada bayi-bayi mereka dari pada memberikan ASI. Ditambah lagi gencarnya produsen susu formula yang mengiklankan produknya di TV-TV swasta yang seolah menggiring opini para ibu untuk lebih mempercayai bahwa susu formula yang dari sapi itu lebih baik dari ASI yang dari manusia, ibu para bayi.
Pertanyaannya, mengapa ibu-ibu di tahun 2000an yang tingkat pendidikannya jauh lebih baik dibanding ibu-ibu d tahun 1970an – 1980an, lebih mengutamakan memberi Susu Formula (baca : Air Susu saPI) sebagai makanan utama bagi bayi-bayi mereka dibandingkan dengan memberi ASI yang –maaf- dari payudaranya sendiri ?
Bukankan Tuhan dalam kitab suci menganjurkan supaya para ibu memberikan ASI kepada bayinya hingga mereka berusia 2 tahun ?
Atau apakah dalam hal memberi ASI para ibu masa kini “lebih sayang dan peduli” kepada suami mereka dibandingkan bayi mereka ?
*Abu Rafa Ibnu Nasuki*

Tidak ada komentar: