16 Februari 2009

YOGA HARAM ? Kan ada Sholat Fardhu 17 Roka’at !!!

Tanggal 26 Januari 2009, Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan beberapa Fatwa Haram, diantaranya mengenai YOGA (Jika Dicampur Dengan Ritual & Doa Agama Hindu). Dan Seperti biasa, pendapat Pro dan Kontra pun bermunculan.

Saya tidak akan berkomentar apakah Fatwa Haram tersebut benar dan tepat. Saya hanya ingin berbagi ilmu yang sudah saya dapat dengan sesuatu yang bisa menggantikan YOGA bahkan jauh lebih baik bagi Ummat Islam, yaitu SHOLAT.

Berdasarkan buku-buku yang pernah saya baca seperti “Mukjizat Gerakan Sholat” karya Dr. dr. Sagiran, seorang dokter Spesialis bedah syaraf, atau buku mengenai sholat dipandang dari sudut Pengobatan Tradisional China karya Master Kungfu dan Ahli Pengobatan Tradisional China Gunawan Saktiawan yang menyebut Gerakan dalam Sholat sebagai Suprayoga, ternyata ALLAH swt telah memberikan kepada Ummat Islam “The Highest & The Deepest Yoga” buat ummat yang dikasihi-NYA, yaitu SHOLAT FARDHU 17 ROKA’AT.

Jika tekun dan teratur serta sesuai rukun dan syarat sahnya, maka mulai dari Wudhu Hingga Salam, banyak sekali manfaatnya bagi penyembuhan dan penyehatan Fisik & Psikis. Jika 5 waktu sholat fardhu (17 Rakaat) serta Ritual Wudhu kita kerjakan secara benar, berarti bukan sekedar pahala untuk akhirat saja yang kita terima, melainkan juga sekaligus kita telah melakukan tekhnik pijat dan urut, tekhnik pernafasan dan meditasi, serta tekhnik senam dan yoga, yang pastinya sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan jiwa kita.
Apalagi jika kita mau menambahnya dengan tadarus Al Qur’an (silahkan baca buku The True Power of Water Karya hasil penelitian Dr. Masaru Emoto & Kazuya Ishibasi dari Jepang). Lalu lengkapi dengan i'tikaf, shoum (puasa), dan husnudzon (positive thinking).

Masalahnya kembali pada kita, mau digunakan atau tidak segala kebaikan sholat dan ritual ibadah lainnya yang telah diberikan ALLAH swt Yang Maha Mengetahui akan fitrah dan kebutuhan kita lahir dan batin ?!
Wallahu A’lam.
#Bang ARIN Fadilah#

5 komentar:

RojaliDahlan mengatakan...

Kalau sholat sudah menjadi kebutuhan seperti butuhnya perut manusia terhadap makanan atau seperti butuhnya paru-paru akan udara, sholat memang mampu mengalahkan yoga (kisah Ali ra yg meminta sahabat menarik panah yg tertancap dibadannya agar diambil ketika ia sholat), sebab fisik dan jiwa kita yang membutuhkannya. TAPI, sebagian, bahkan mayoritas muslim sekarang masih menganggap sholat itu sebagai kewajiban bukan kebutuhan-termasuk saya, yg pelaksanaannya itu seperti sebuah siksaan, minta diulur-ulur di akhir waktu, ya jadilah sholat tidak berdampak apa-apa, bahkan secara ruh pun tidak. Yang ada STMJ (Sholat Terus Maksiat Jalan). Sekarang bagaimana membuat sholat itu sebagai sebuah kebutuhan itu yang perlu diberikan pemahaman dan trik-triknya. Agar sholat menjadi khusu' dan nikmat seperti sholatnya Ali ra sehingga tidak merasakan perih ketika panah ditarik dari dalam tubuhnya. Sanggupkah kita yg lemah dan banyak maksiat ini?

Anonim mengatakan...

Menggali apa yang sudah kita miliki merupakan jalan pencerahan terbaik. Saya sepaham dengan bahwa tak perlu masuk pada pertentangan. Maka saat kita sungguh sungguh mencintai yang kita miliki, yang diluar tidak akan mampu menggangu ataupun merusak.

Anonim mengatakan...

waahh...
Allahu akbar! lama saya mencari *lebih tepatnya menunggu* referensi tentang mukjizat salat... *yang ternyata buku pelatihan salat khusyu belum cukupp*
baik, terimakasih, bapak! ;)

Anonim mengatakan...

yuk sholat diawal waktu dan berjamaah sebagai latihan berdisiplin terhadap waktu dan kekompakan bersaudara, yuk contoh gerakan/posisi badan Rasulullah niscaya otot, tulang serta engsel akan terasakan nyaman, yuk kita perbagus makhroj dan tajwid kita dalam membaca Al-Quran yang niscaya nafas dan hati kita akan terasa lembut. Kira-kira setuju ndak ya?

Fadiel "aburafa" Ahmad mengatakan...

Alhamdulillah, Sega Puja dan Puji Hanya Pantas Disematkan kepada ALLAH SWT. Segala yang membawa kita pada yang lebih baik, maka tidak pantas kita tidak setuju....